Sabtu, 16 Januari 2010

BUYA HAMKA DAN BUKU KARANGANNYA

TJATATAN TENTANG

HADJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH (HAMKA)

Beliau dilahirkan si Sungai Batang, Manindjau pada 16 Pebruari 1908 (14 Muharam 1326 H). Ajahnya ialah ulama Islam terkenal Dr. H.A. Karim Amrullah alias Hadji Rasul pembawa paham-paham pembaharuan Islamdi Minangkabau.

Dalam usia 6 tahun (1914) dia dibawa ajahnya ke Padang Pandjang, sewaktu berusia 7 tahun dimasukan ajahnya ke sekolah desa dan malamnja beladjar mengadji Qur’an dengan ajahnya sendiri sehingga chatam. Dari tahun 1916 sampai tahun 1923 dia telah beladjar agama pada sekolah-sekolah “Dinijah School” dan Sumatera Thawalib di Padang Pandjang dan di Parabek, engku Mudo Abdulhamid dan Zainuddin Labay. Padang Pandjang waktu itu ramai dengan penuntut ilmu agama Islam di bawah pimpinan ajahnya sendiri.

Tahun 1924 ia berangkat ke Djokja, dan mulai mempelajari pergerakan2 Islam yang mulai bergelora. Ia dapat kursus pergerakan Islam daripada H.O.S. Tjokroaminoto, H. Fachruddin, R.M. Surjopranoto dan iparnya sendiri A.R. St. Mansur yang pada waktu itu ada di Pekalongan.

Tahun 1925 di pulang ke Padang Pandjang, waktu itulah mulai tumbuh bakatnja sebagai pengarang buku jang mula-mula dikarangnja bernama “Chathibul Ummah” diawal tahun 1927 dia berangkat pula dengan kemauannja sendiri ke Mekkah, sambil mendjadi koresponden dari harian Pelita Andalas” di Medan. Pulang dari sana dia menulis dimadjalah “Seruan Islam” di Tandjung Pura (Langkat) dan pembantu dari “Bintang Islam” dan “Suara Muhamadijah” Djokjakarta.

Dalam tahun 1928 keluarlah romannya yang pertama dalam bahasa Minangkabau bernama “Si Sabarijah”. Waktu itu pula dia memimpin madjalah “kemauan Zaman” jang terbit hanja beberapa nomor. Dalam tahun 1929 keluarlah buku-bukunja “Agama dan Perempuan”, “Pembela Islam” (Tarich Sd. Abubakar). “ Ringkasan Tarich Umat Islam”, Adat Minangkabau dan Agama Islam” (buku ini dibeslah polisi), “Kepentingan Tabliqh)”, Ajat-ajat Mi’radj” dll.

Dalam tahun 1930 mulailah dia mengarang dalam sk. “Pembela Islam” Bandung dan mulai berkenalan dengan M. Natsir, A. Hassan dll, ketika dia pindah mengadjar ke Makasar diterbitkannja madjalah “Al-Mahdi” (1932) Tahun itu djuga bukunya jang pertama ditjetak di Balai Pustaka : “Laila Madjnun”.

Setelah dia kembali ke Sumatera Barat tahun 1935 dan tahun 1936 pergilah dia ke Medan mengeluarkan Mingguan Islam yang mentjapai puntjak kemasjhuran sebelum perang, jaitu “Pedoman Masyarakat” madjalah ini dipimpinnja setelah setahun dikeluarkan. Mulai tahun 1936 sampai 1943, jaitu seketika tentara Djepang masuk, Dizaman itulah banjak terbit karangan-karangannya dalam lapangan agama, filsafat, tasauf dan roman, ada jang ditulis di “Pedoman Masjarakat” dan ada pula yang ditulis terlepas. Waktu itulah keluar romannja “Tengelamnja Kapal Van Der Wijck”, Dibawah Lindungan Ka’bah”, “Merantau Ke Deli”, Terusir”, “Ke’adilan Ilahi” dan lain-lain. Dalam hal agama dan filsafat ialah “Tasauf Modern”, Falsafah Hidup”, “Lembaga Hidup”, “Lembaga Budi”, “Pedoman Mubaligh Islam” dll. Dizaman Djepang ditjobanja menerbitkan “Semangat Islam” dan “Sedjarah Islam di Sumatera”.

Setelah petjah repolusi beliau pindah ke Sumatera barat, dikeluarkannja buku-buku jang menggontjangkan, “Repolusi Fikiran”, Repolusi Agama”, “Adat Minangkabau menghadapi Repolusi”, “Negara Islam”, “Sesudah Naskah Renville”, “Muhamadijah Melalui Tiga Zaman”, “Dari Lembah Tjita-Tjita”, “Merdeka”, “Islam dan Demokrasi”

Tahun 1950 beliau pindah ke Djakarta, Di Djakartalah keluar buku-bukunja “Ajahku”, “Kenang-Kenangan Hidup”, “Perkembangan Tasauf dari abad ke abad”, “Riwajat perjalanannya ke negeri-negeri Islam”, “Empat Bulan Di Amerika” dan lain-lain, Selama 25 Tahun dia telah menulis tidak kurang dari pada 60 buku.

Kian lama kia djelaslah tjoraknja sebagai pengarang dan pudjangga dan failasoof Islam diakui oleh lawan dan kawannja, dengan keahlianja itu beliau diangkat oleh pemerintah djadi anggota “Badan Pertimbangan Kebudayaan” dari Kementrian P.P. dan K., mendjadi Guru Besar pada Perguruan Tinggi Islam dan Universitas Islam di Makasar dan mendjadi Penasehat pada Kementrian Agama.

Disamping keasjikannya mempelajari “Kesusasteraan Melayu” klasik, Hamkapun bersunguh-sungguh menjelidiki kesusasteraan Arab, sebab bahasa asing jang dikuasainya hanjalah semata-mata bahasa Arab, Drs. Slametmuljono, ahli tentang ilmu kesusasteraan Indonesia menjebut Hamka sebagai “Hamzah Fanshuri Zaman Baru”

(Diambil dari buku Mutiara Filsafat, Tjetakan Kedua, MCMLVII)

HAMKA

MUTIARA FILSAFAT

Kumpulan Naskah :

Tasauf Modern - Falsafah Hidup - Lembaga Hidup - Lembaga Budi

Penerbit Widjaya Djakarta, Tjetakan Kedua, MCMLVII

(Jumlah Halaman 977)

DAFTAR ISI

MUTIARA FILSAFAT

DARI PENERBIT – 5

TJATATAN TENTANG HAMKA –7

TASAUF MODERN

PENDAHULUAN –13

PENGANTAR TENTANG TASAUF – 17

I. PENDAPAT2 TENTANG BAHAGIA - 23

Pendapat budiman tentang bahagia – 25

Pendapat Aristoteles – 29

Pendapat ahli2 fikir zaman sekarang – 30

Golongan Kedua – 31

Pendapat Nabi Muhammad S.A.W – 33

Iradah – 37

Dari apakah tersusun anasir bahagia – 39

Alasan pendapat golongan pertama – 40

Alasan golongan kedua – 42

Tolstoy tentang pembahagian bahagia – 42

Pembahagian Imam Ghazali – 45

II. BAHAGIA DAN AGAMA – 56

I’tikad – 56

Jakin – 58

Perbedaan jakin dengan I’tikad – 59

Al-iman – 60

Iman Mutlak – 61

Iman Kurang dan Iman bertambah – 66

Iman dan tjobaan – 70

Arti Agama – 74

Inajat Ilahi – 79

Apakah perlunja iman kepada Allah bagi suatu bangsa ? – 82

Bahaja mengingkari Tuhan – 85

Perlombaan beragama – 91

Keterangan I’tikad jang tiga – 95

Tiga sifat jang timbul lantaran beragama – 100

Agama dan pengetahuan – 104

Terbuka pintu memahamkan agama – 107

Islam dan Kemajuan – 110

III. BAHAGIA DAN UTAMA - 113

Memerangi hawa napsu – 115

Hawa dan akal – 118

Ichlas – 122

Ichlas dan nasehat – 126

IV. KESEHATAN DJIWA DAN BADAN - 133

Memelihara kesehatan djiwa – 139

Mengobat djiwa – 142

Akibat sifat2 yang terbit lantaran tahawwur dan djubun – 145

Beberapa sifat yang buruk – 150

Penjakit takut – 153

Takut Mati – 155

Peringatan mati –163

Obat duka tjita – 168

Kepedihan penanggungan batin – 172

Hikmat – 176

V. HARTA BENDA DAN BAHAGIA - 179

Kekuasaan Harta - 182

Harta Baik dan Buruk - 186

Kewadjiban terhadap harta - 190

Sumber Harta - 195

Sekedar jang perlu - 199

VI. QANA’AH - 205

VII. TAWAKAL - 216

VIII. BAHAGIA JANG DIRASAI RASULLULLAH SAW – 227

IX. PERHUBUNGAN REDHA DENGAN KEINDAHAN ALAM – 233

X. TANGGA BAHAGIA - 240

Pendapat failasuf Arab Amin Raihani - 252

Senangkanlah hatimu – 258

XI. TJELAKA - 265

Sebab2 orang tjelaka - 272

Munajat - 275

FALSAFAH HIDUP

GURU KU A.R. SUTAN MANSUR – 283

FALSAFAH HIDUP - 289

I. HIDUP – 301

Akal untuk manusia – 306

Menjusub Kerdja – 312

Alamat – 314

Timbangan orang berakal – 316

Memperhalus Akal – 318

Tanda Orang berakal – 323

Guna Akal - 328

II. ILMU DAN AKAL – 331

Tudjuan akal – 336

Akal dan Hawa – 343

Perdjuangan akal dan hawa nafsu – 345

Djahil – 347

Keutamaan ilmu - 348

III. UNDANG2 ALAM (SUNATULLAH) – 353

Keutamaan - 359

Tjinta - 368

Buah keutamaan budi - 371

Didikan keutamaan - 373

Perangai utama menurut andjuran Islam - 374

IV. ADAP KESOPANAN – 376

Adab diri terhadap machluk - 379

Beberapa tjontoh kesopanan dalam Islam - 381

Kesopanan terhadap Rasulullah s.a.w - 407

Kesopanan kepada Tuhan - 411

Kemenangan - 417

V. SEDERHANA – 421

Sederhana niat dan tudjuan - 424

Sederhana berpikir - 425

Sederhana mengeluarkan perasaan - 433

Sederhana Keperluan hidup - 436

Sederhana perasaan sukatjita - 440

Sederhana pada harta benda - 446

Sederhana mentjari nama - 453

Sederhana mentjari pangkat - 465

Didikan kesederhanaan - 470

VI. BERANI – 477

Keberanian budi - 481

Buah keberanian - 487

Dengan keberanian mentjapai kemerdekaan - 491

Kemuliaan - 497

Muruah – 505

Tjita-tjita - 516

Pertjaya kepada diri sendiri - 521

VII. KEADILAN – 527

Berpisahkah agama dengan negara - 538

Kemerdekaan hak milik - 543

Agama dan kesakitan - 551

Hikmat dan keadilan - 555

Keadilan dan pemegang pemerintahan - 558

Bagaimana supaya kita merdeka - 561

VIII. PERSAHABATAN – 571

Mentjari sahabat - 574

Persahabatan dan perempuan - 578

IX. ISLAM SEBAGAI PEMBENTUK HIDUP 583

LEMBAGA HIDUP

PENGHORMATAN – 604

LEMBAGA HIDUP – 607

I. KEWADJIBAN – 610

Harga Kewadjiban - 611

Diri dan Masjarakat - 613

Hak perseorangan - 619

Zakat dan hak perseorangan - 628

Hikmah zakat - 632

Memeriksa diri sendiri - 662

Hak diri dan hak kemasjarakatan - 667

Rakyat dan ulil amrinya - 669

Wasiat Ali bin Abi Thalib - 677

Wasiat Aristo kepada Iskandar - 678

Wasiat Sjihabuddi - 684

Surat2 politik Saidina Ali - 688

II. HAK DAN KEWADJIBAN – 699

Asal usul kewadjiban - 702

III. KEWADJIBAN KEPADA ALLAH – 706

Hak Allah atas hambanya – 712

Allah menurut filsafat - 714

IV. KEWADJIBAN KEPADA MASYARAKAT – 719

Hak asli - 719

Menghormati hidup - 720

Menghormati kemerdekaan bersuara - 724

Luas faham - 729

Perbudakan - 732

Kemerdekaan mentjapai ketjerdasan - 734

Menghormati pendirian orang lain - 736

Kritik – 737

V. HAK ATAS HARTA BENDA – 740

Ihsan – 746

VI. KEWADJIBAN (menurut pandangan seorang muslim) – 750

VII. KEWADJIBAN DI DALAM KELUARGA – 768

Kewadjiban anak terhadap orang tua-770

Kewadjiban terhadap saudara - 772

Keluarga - 775

Pergaulan suami istri - 779

Kewadjiban suami - 783

Kewadjiban istri - 784

Anak - 788

Ibu bapa - 792

Pikulan jang tang disangka-sangka - 796

Islam terhadap rumah tangga - 799

VIII. MENUNTUT ILMU – 803

Kewadjiban sesama peladjar - 806

Kewadjiban murid kepada guru – 808

Mendidik murid – 811

Pendjagaan didikan anak2 - 816

IX. KEWADJIBAN BERTANAH AIR – 821

X. ISLAM DAN POLITIK – 830

Islam mewadjibkan berusaha - 841

XI. QUR’AN UNTUK ZAMAN MODERN – 846

Agama djang mentjukupi - 855

Hendak kemana dunia ? - 860

XII. MUHAMMAD S.A.W (orang besar yang telah mengeluarkan kemanusiaan daripada kedjatuhannya) – 870

LEMBAGA BUDI

PENDAHULUAN – 883

I. BUDI JANG MULIA – 888

II. SEBAB BUDI MENJADI RUSAK – 894

III. BUDI ORANG JANG MEMEGANG PEMERINTAHAN – 900

IV. BUDI JANG MULIA PADA RADJA (IMAN YANG ADIL) – 912

V. BUDI ORANG JANG MEMBUKA PERUSAHAAN – 915

VI. BUDI JANG MULIA PADA SAUDAGAR – 927

VII. SIFAT DALAM BEKERDJA – 937

VIII. PEDOMAN MENURUTI DJALAN BUDI – 946


Prof. Dr. Hamka

ANTARA FAKTA DAN KHAYAL

“TUANKU RAO”

Bantahan terhadap tulisan2

Ir. Mangaradja Onggang Parlindungan

Dalam bukunya “TUANKU RAO”

Penerbit Bulan Bintang Jakarta

Cetakan Pertama – 1974

(Jumlah Halaman 363)

Pendahuluan – 9

I. Buku Tuanku Rao dan saya – 13

II. “Colonel” Haji Piobang – 24

III. Kerajaan Selanjutnya – 46

IV. Sumber Fakta dan data Parlindungan – 56

V. Benarkah 300 tahun Syiah / Qaramithah meresap di minangkabau – 69

VI. Tuduh kepada yang dipertuan negeri sembilan – 121

VII. Benarkah bertiga Syaikh Burhanudin – 128

VIII. Syaikh Burhanuddin ulakan hanya satu – 145

IX. Pemalsuan nama raja-raja dan kerajaan – kerajaan – 158

X. Keturunan-keturunan Rasullulah Saw dikacaubalaukan – 171

XI. Syaikh Abdurrauf hanya satu – 175

XII. Pemimpin padri yang terkemuka – 197

XIII. Nama-nama yang diragukan adanya – 269

XIV. Kehormatan Anugerah Parlindungan terhadap Diriku – 282

Kesimpulan – 313

Daftar Buku-Buku Bacaan – 317

Lampiran-Lampiran – 320

Daftar Nama-nama dan Istilah – 357

Prof. Dr. Hamka

PELAJARAN AGAMA ISLAM

Cetakan ke – 8

Penerbit Bulan Bintang Jakarta, 1984

Diterbitkan Pertama kali oleh : N.V Bulan Bintang, Jakarta, 1956

(Jumlah Halaman 452)

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

MUKADIMAH

I. Manusia Dan Agama – 1

Yang ada

Penyelidikan ahli-ahli

Alam filsafat

Agama, Fithrat dan Islam

Iman, akal dan taqlid

II. Dari Sudut Yang Mana Mencari Tuhan – 11

Segi keindahan dan seni

Fikiran, ilmu dan filsafat

Apakah hidup itu ?

Jalan tasauf

Tuntunan fithrah

III. Allah – 27

Wujud

Filosof dan kepercayaan kepada Tuhan

Tuhan ada

Dialah yang dahulu

Dialah yang akhir

Tak ada sesuatu yang menyerupai-Nya

Kaya (berdiri sendiri)

Wahdaniyat (keesaan yang mutlak)

Syirik

Membesarkan kubur dan tawassul

Tawassul dan wasilah

Qudrat dan Iradat

Hikmat

Al hayat

Al Ilmu

As-Sam’u-basharu

Al Kalam

Asmau ‘I-husna

Mengenal tuhan, dengan mengenal sifatnya

Mencari Tuhan dalam keindahan alam

IV. Percaya Kepada Gaib – 101

Pokok pertama kepercayaan

Keterangan agama dgn mengenal yg ghaib (Insan, Malaikat, Iblis)

Banyak yang ghaib

Malaikat

V. Percaya Kepada Kitab-Kitab – 125

Arti kitab

Taurat

Zabur

Injil

Al Qur’an atau Al Furqan

Intisari Al Kitab

Naskah kitab suci

Kepercayaan Islam kepada kitab-kitab suci

Al Qur’an penutup segala kitab

Mukjijat Al Qur’an

Bahasa Mukjizat

Al Qur;an terpelihara

VI. Percaya Kepada Rasul-Rasul – 181

Kesatuan ummat manusia

Kepercayaan kepada Nabi dan rasul

Nabi-Nabi dan mukjizat

Wali dan keramat

Wahyu

Filsafat dan nubuat

Diantara nubuat dan kebesaran

Kerasulan yang besar

Ummat dakwah dan ummat risalah

Al Qur’an mukjijat maha besar

Tak ada Nabi sesudah Muhammad

VII. Percaya Kepada Hari Akhirat – 264

Adakah hidup sesudah hidup sekarang

Pokok kepercayaan Islam tentang hari kemudian

Pandangan Iman Ghazali

Barzakh

Umur seseorang dan umur dunia

Beberapa tanda yang terkenal

Berbangkit dari menerima ganjaran

Syafa’at Rasulullah

VIII. Percaya Kepada Taqdir, Qadla Dan Qadar – 332

Rukun Iman ke enam

Hukum sebab dan akibat

Adakah manusia bebas dan kuasa

Ayat-ayat taqdir dan ikhtiar

Pendidikan jiwa yang murni

Pengaruh didikan taqdir

Lari kepada taqdir

IX. Iman Dan Amal Sholeh (Aqidah Dan Ibadah) – 359

Percaya kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya

Mencari jalan keluar

Iman dan Kesalahan

Taubat

Amal yang percuma

Ma’shiat dan penyakit jiwa

Ibadat

Tanggungan negara, masyarakat dan rumah tangga

KAMUS KECIL KATA-KATA ASING – 436

DAFTAR BACAAN – 444

DAFTAR NAMA-NAMA – 446

DAFTAR ISTILAH – 450

Tidak ada komentar:

Posting Komentar